EKONOMI+

Produk Olahan Udang Beku dan Gaharu Kaltim Dipromosikan di Thailand

produk olahan udang beku dan gaharu Kaltim
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi saat mengunjungi stan produk pengusaha Kaltim di Thaifex-Anuga 2023, Thailand. (ist)

Produk olahan dari Kaltim dipromosikan Thaifex-Anuga 2023 di Thailand. Yakni makanan berbahan udang dan minuman berbahan gaharu.

Thaifex-Anuga 2023 merupakan pameran makanan dan minuman terbesar di Asia.

Keikutsertaan dan memamerkan produk untuk dipromosikan merupakan langkah manis pengusaha Kaltim berbicara di level internasional.

Bahwa produk dari Bumi Etam mampu diterima pasar dunia.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, produk udang beku yang dipromosikan, di antaranya Black Tiger Head On, Black Pink Cooked and Peeled, dan Black Tiger Nobashi.

Sedangkan, produk olahan gaharu dibuat oleh PT SEKATUP Sari Indonesia. Yaitu dengan produk di antaranya teh daun gaharu, cookies, kopi kombinasi daun gaharu dan pasak bumi.

“Alhamdulillah, Kami bisa melihat langsung pelaku usaha asal Kaltim mampu bersaing dan mempromosikan produk mereka. Ini momentum bagus untuk promosi,” ujar Wagub Hadi Mulyadi dalam keterangannya, Sabtu (27/5/2023).

Hadi Mulyadi bersama rombongan dari Kaltim ikut menyaksikan pameran internasional tersebut.

Orang nomor dua di Kaltim itu mengunjungi sejumlah stan pameran. Salah satunya milik PT Syam Surya Mandiri dengan olahan produk udang beku.

Melalui event Thaifex Anuga Asia 2023, wagub berharap pelaku usaha Kaltim dapat belajar dan mampu mencontoh apa yang telah dihasilkan oleh para pelaku usaha di Thailand.

Hadi melihat peluang untuk pengembangan usaha. Dia berharap produk terus dikembangkan pemasarannya.

“Bukan hanya di Thailand, tapi seluruh Asia bahkan Eropa maupun Amerika dan Afrika,” harapnya, optimistis.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim Muhammad Sa’duddin menjelaskan, pada pameran internasional ini para pelaku usaha di Kaltim turut mewakili Indonesia dengan mengenalkan produk unggulan daerah seperti udang dan olahan gaharu.

Kegiatan pameran, kata dia, lebih difokuskan untuk memperkenalkan produk olahan dari sejumlah negara kepada pembeli potensial dari Internasional.

“Semoga apa yang kita promosikan menjadi daya tarik bagi para buyer atau perusahaan yang melakukan pembelian produk barang dan jasa dari supplier, sehingga bisa dipasarkan di masing-masing negara mereka,” kata Sa’duddin. (nus)

ADV DISKOMINFO KALTIM +

Comments

POPULER

To Top